“Setiap orang adalah pemimpin dan
setiap orang akan ditanya hal yang dipimpinnya”, hadits Nabi SAW. Benarkah itu?
Pastinya benar. Setiap orang harus memimpin tubuhnya, organisasinya, bahkan
keluarganya untuk menjauh dari api neraka. Tentunya para laki-laki, tanggung jawab
kalian lebih banyak. Mulai dari diri sendiri hingga anak istrimu. Walaupun
laki-laki punya tanggung jawab yang berat hanya laki-laki pengecutlah yang
kabur dari tanggung jawab mereka.
Ya,
setiap orang memang pemimpin. Tapi setiap orang mempunyai tanggung jawab yang
bebeda-beda. Setiap orang memang pemimpin. Tapi setiap orang mempunyai cara
untuk memimpin. Setiap orang memang pemimpin. Tapi mempunyai kemampuan berbeda
dalam memimpin.
Seorang
pemimpin mungkin saja dengan gampangnya bisa menarik simpati dan perhatian dari
yang dipimpin. Dengan gaya kharismatiknya, dia langsung bisa merebut hati
anggotanya. Hanya dengan sedikit bertitah, para anggotanya langsung bekerja.
Inilah seorang pemimpin yang enak, tak perlu bersusah payah untuk mendapatkan
perhatian.
Namun
ada juga seorang pemimpin yang dengan susah payah dan usaha keras, baru dapat
menarik perhatian anggotanya. Bukan hanya 2 sampai 3 kali mengintruksi, bahkan
berkali-kali, baru anggotanya mau bekerja. Itupun bekerja karena kasihan
melihat ketuanya yang tak kunjung diperhatikan oleh anggotanya. Betapa sakitnya
jika diperlakukan seperti itu. Inilah pemimpin yang kurang beruntung. Tapi bisa
saja itu terjadi bukan karena semat-mata kesalahan darinya. Bisa saja
anggotanya yang memang susah diatur dan malas untuk diajak bekerja.
Ada juga
seorang yang memang tidak bisa memimpin orang lain. Jika dia memerintahkan
untuk mengerjakan sesuatu pada orang lain, maka akhirnya dia juga yang
mengerjakannya. Karena anggotanya tidak mempan dengan perintahnya. Tapi pada
hakikatnya orang seperti inilah yang biasanya bisa menjadi anggota yang baik.
Memang kenyataannya dia buruk dalam memimpin , tapi dia adalah anggota yang
rajin. Memang dia tidak bisa menjadi pemimpin yang berkharisma, tapi dialah
anggota paling berjasa. Mungkin bukan dia pemimpin yang spesial, tapi bisa saja
dia menjadi “best offisial.”
Kenyataannya
memang sudah jelas, mana pemimpin yang berkompeten dan anggota yang telaten,
mana pemimpin yang berbakat dan anggota yang sangat taat, mana pemimpin yang
akan mengajak kearah kebenaran dan mana anggota yang siap diajak kearah
kebenaran. Sekali lagi itu semua sudah jelas! Tapi janganlah menjadi pemimpin
yang tak pantas atau menjadi anggota yang malas.
Maka
bagi para pemilih dan anggota, pilihlah pemimpin yang memang pantas untuk
menjadi pemimpin! Dan posisikanlah setiap orang pada posisi yang tepat! Karena
semua sudah ada tempatnya.
“Pemimpin yang baik pastilah anggota yang baik, tapi
tidak semua anggota yang baik adalah pemimpin yang baik.”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar