Kamis, 01 Agustus 2013

Pemimpin Itu Bermacam-macam



“Setiap orang adalah pemimpin dan setiap orang akan ditanya hal yang dipimpinnya”, hadits Nabi SAW. Benarkah itu? Pastinya benar. Setiap orang harus memimpin tubuhnya, organisasinya, bahkan keluarganya untuk menjauh dari api neraka. Tentunya para laki-laki, tanggung jawab kalian lebih banyak. Mulai dari diri sendiri hingga anak istrimu. Walaupun laki-laki punya tanggung jawab yang berat hanya laki-laki pengecutlah yang kabur dari tanggung jawab mereka.
                Ya, setiap orang memang pemimpin. Tapi setiap orang mempunyai tanggung jawab yang bebeda-beda. Setiap orang memang pemimpin. Tapi setiap orang mempunyai cara untuk memimpin. Setiap orang memang pemimpin. Tapi mempunyai kemampuan berbeda dalam memimpin.
                Seorang pemimpin mungkin saja dengan gampangnya bisa menarik simpati dan perhatian dari yang dipimpin. Dengan gaya kharismatiknya, dia langsung bisa merebut hati anggotanya. Hanya dengan sedikit bertitah, para anggotanya langsung bekerja. Inilah seorang pemimpin yang enak, tak perlu bersusah payah untuk mendapatkan perhatian.
                Namun ada juga seorang pemimpin yang dengan susah payah dan usaha keras, baru dapat menarik perhatian anggotanya. Bukan hanya 2 sampai 3 kali mengintruksi, bahkan berkali-kali, baru anggotanya mau bekerja. Itupun bekerja karena kasihan melihat ketuanya yang tak kunjung diperhatikan oleh anggotanya. Betapa sakitnya jika diperlakukan seperti itu. Inilah pemimpin yang kurang beruntung. Tapi bisa saja itu terjadi bukan karena semat-mata kesalahan darinya. Bisa saja anggotanya yang memang susah diatur dan malas untuk diajak bekerja.
                Ada juga seorang yang memang tidak bisa memimpin orang lain. Jika dia memerintahkan untuk mengerjakan sesuatu pada orang lain, maka akhirnya dia juga yang mengerjakannya. Karena anggotanya tidak mempan dengan perintahnya. Tapi pada hakikatnya orang seperti inilah yang biasanya bisa menjadi anggota yang baik. Memang kenyataannya dia buruk dalam memimpin , tapi dia adalah anggota yang rajin. Memang dia tidak bisa menjadi pemimpin yang berkharisma, tapi dialah anggota paling berjasa. Mungkin bukan dia pemimpin yang spesial, tapi bisa saja dia menjadi “best offisial.”
                Kenyataannya memang sudah jelas, mana pemimpin yang berkompeten dan anggota yang telaten, mana pemimpin yang berbakat dan anggota yang sangat taat, mana pemimpin yang akan mengajak kearah kebenaran dan mana anggota yang siap diajak kearah kebenaran. Sekali lagi itu semua sudah jelas! Tapi janganlah menjadi pemimpin yang tak pantas atau menjadi anggota yang malas.
                Maka bagi para pemilih dan anggota, pilihlah pemimpin yang memang pantas untuk menjadi pemimpin! Dan posisikanlah setiap orang pada posisi yang tepat! Karena semua sudah ada tempatnya.
“Pemimpin yang baik pastilah anggota yang baik, tapi tidak semua anggota yang baik adalah pemimpin yang baik.”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar